Postingan
Menampilkan postingan dari 2011
PUISIKU....
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
KEMARAU I Sudah lama ku simpan cangkul ini… Tak ada tanah yang luas bisa ditebas, pekarangan rumah kami hanya sejengkal Untuk kenyamanan bermain anak-anak halaman itu sudah ku lantai Sebutir beras jadi amat langka…. Cangkul itu tak berguna karena beras didatangkan dari luar negeri Orang kampung ku enggan bertanam padi sawah, hama menyerang dan pupuk teramat mahal Setelah dikira-kira, sungguh menggiurkan membuka kafe diselingin suara music Wajah negeriku di musim kemarau…. Menjerit…terpekik…memekakkan telinga menjagakan mereka yang dibuai mimpi Kesadaran itu baru muncul sekarang, menggantikan nasi dengan makanan lain Tapi anakku tak mau makan, hanya nasi yang ia mau… Bagaimana luka semakin mengoyak dalam Uang recehan berderai jatuh di lantai tak cukup pembeli beras ...
Raja Hutan, Nasibmu Kini...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
PADANG-- Demi mengisi perut, orang rela melakukan apa saja. Bahkan melakukan sesuatu yang tak pernah dilakukan. Agaknya slogan itu berlaku juga bagi kawanan Harimau Sumatera. Hutan tak lagi menyediakan makanan yang cukup baginya. Rusa, kijang dan babi selalu diburu. Sementara hutan tempatnya berlindung juga makin terbatas karena terus dibabat untuk areal pertanian dan perkebunan. Dengan terpaksa, untuk mengganjal perut hewan bertubuh loreng ini masuk kampung, menerkam apa saja yang bisa dimakan. Kerbau, sapi atau kambing yang tidak kandangkan, hanya ditambatkan saja pada pohon di belakang rumah, adalah santapan empuknya. Bahkan tak segan-segan si raja hutan ini juga mencelakai manusia. Sejak 2004 hingga saat ini, tercatat 17 orang meninggal akibat diterkam inyiak balang sebutan nenek-nenek di kampung untuk si raja hutan. Hewan peliharaan masyarakat seperti sapi, kambing dan ayam entah sudah berapa banyak dilahapnya. Manusia pun tak tinggal diam....