Jadi Lumbung Beras Nasional, Ketua DPRD Sumbar Anggarkan Pokir Untuk Ini
Limapuluh
Kota – Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menjadi salah satu lumbung beras
nasional. Hal ini tak terlepas dari kontribusi terbesar yang disumbangkan sektor
pertanian terhadap PDRB Sumbar, khususnya sub sektor tanaman pangan yang
mencakup komoditas padi dan palawija (jagung, kacang hijau, kacang
tanah, kedelai, ubi jalar, dan ubi kayu).
Pada tahun 2022,
luas panen padi di Sumbar mencapai
sekitar 1.373.532 ton Gabah Kering Giling (GKG), atau jika dikonversikan
menjadi beras, maka total produksinya mencapai sekitar 795.306 ton. Sedangkan
pada periode Januari-April 2023, BPS mencatat produksi beras Sumbar mencapai
342.505 ton.
“Oleh sebab
itu, pembangunan sektor pertanian mendapat perhatian serius dari Pemprov Sumbar.
Saat ini, alokasi anggaran untuk pertanian sekitar 10 persen pada APBD Sumbar,”
kata Ketua DPRD Sumbar, Supardi ketika meninjau pembangunan Jalan Usaha Tani
(JUT) Jorong Sipingai Nagari VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten
Limapuluh Kota, Minggu, (22/10/2023).
Supardi
menyusuri Jalan Usaha Tani (JUT) yang membentang di antara sawah warga yang
menghijau bagaikan permadani didampingi para petani dan pejabat setempat. Para
petani terlihat sangat gembira karena dengan adanya jalan tersebut yang sangat
membantu mereka dlam melakukan usaha tani.
Supardi
menambahkan, pembangunan Jalan Usaha Tani memiliki peran penting dalam
meningkatkan produktivitas pertanian, mempermudah transportasi hasil pertanian
dan aksesibilitas ke lahan pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan petani
dan masyarakat di sekitar lahan pertanian.
"Jalan usaha
tani Jorong Sipingai ini selesai dibangun sepanjang 175 meter. Namun Kelompok Tani
Palo Lubuak masih berharap tambahan panjang jalan ini 150 meter lagi. Tentu ini
akan menjadi perhatian kita ke depan dalam anggaran tahun 2023," katanya.
"Semoga
pembangunan jalan usaha tani di Sipingai ini memberikan kemudahan bagi petani
dalam berproduksi untuk hasil panen yang berlimpah hendaknya," ucap
Supardi.
Wali Jorong
Tanjung Jati, Irfan dalam kesempatan itu menyampaikan, pembangunan JUT Jorong
Sipingai ini merupakan kegiatan yang berasal dari Pokok-pokok Pikiran Ketua
DPRD Sumbar pada APBD 2023.
"Kita
berharap mendapat anggaran lagi untuk menambah panjang jalan usaha tani ini
sekitar 150 meter lagi, karena luas sawah di sekitar ini ada lebih kurang 12 hektar
dengan hasil panen gabah kering giling (GKG) 12-14 ton pertahun dengan masa
tanam 2-3 kali setahun," ungkapnya. (unni/rel)


Komentar
Posting Komentar