Kepala BPBD Sumbar: Musim Penghujan, Dampak Kabut Asap Tidak Signifikan

 


Padang – Kabut asap sempat menyelimuti angkasa di sejumlah daerah di Sumbar. Namun seiring waktu dengan masuknya musim penghujan saat ini, kabut asap tersebut dipastikan bakal hilang dengan sendirinya.

“Dampak kabut asap di daerah kita tidak signifikan karena bertepatan kita memasuki musim penghujan. Apalagi asap tersebut lebih banyak merupakan kabut asap kiriman,” kata Kepala BPBD Sumbar, Rudy Rinaldy didampingi Kabid PK Fajar Sukma di sela-sela rapat persiapan Jambore Nasional Forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) di kantor BPBD Sumbar, kemarin.

Rapat persiapan tersebut dihadiri seluruh BPBD kabupaten/kota bersama Koordinator Forum PRB masing-masing daerah. Jika tak ada kendala, Jambore Nasional Forum PRB itu sendiri akan dilaksanakan  Kamis (28/09/2023) hingga Sabtu (30/092023) secara indoor (dalam ruangan).

Peserta rapat sempat membahas fenomena kabut asap. Apalagi Kota Solok sempat menyarankan warganya menggunakan masker. Menurut Sekretaris BPBD Kota Solok, Lusi, pemakaian masker itu hanya inisiatif untuk perlindungan kesehatan warga yang rentan setelah sebelumnya berkoordinasi dengan BMKG.

 

Persiapan Jambore Forum PRB

 

Sementara itu, BPBD kabupaten/kota bersama Koordinator Forum PRB masing-masing daerah menyatakan kesiapannya untuk sukseskan iven nasional yang dipercayakan BNPB kepada Sumbar sebagai tuan rumah.

Sesuai agenda BNPB, kegiatan jambore diawali dengan bimbingan teknis tentang Jurnalisme Warga dan Dasar-dasar Diplomasi Kemanusiaan kerjasama BNPB dengan Caritas Germany. Selanjutnya, pada Jumat malam (29/09/2023), dilakukan pengukuhan Forum PRB Sumbar dan Forum PRB seluruh kabupaten/kota di Sumbar oleh Kepala BNPB dan Gubernur Sumbar.  

Koordinator Forum PRB Sumbar, Hidayat menjelaskan, keberadaan Forum PRB merupakan perwujudan dari pentahelix, yaitu konsep multi pihak yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, badan dan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas dan media massa yang berkolaborasi serta berkomitmen untuk pengurangan resiko bencana.

Sesuai SK pembentukannya, maka Forum PRB ini memiliki tugas dan fungsi yaitu bersama BPBD bertanggung jawab dalam penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPBD) daerah dan Rencana Aksi Daerah Pengurangan Resiko Bencana (RAD PRB). Membangun database upaya PRB serta monitoring dan evaluasi kegiatan PRB di Sumbar.

“Forum PRB adalah mitra untuk saling berbagi dengan BPBD dalam penanggulangan bencana di daerah ini,” katanya.

Hingga saat ini, Sumbar merupakan salah satu daerah yang sudah membentuk Forum PRB di kabupaten/kota.

Sebelumnya, Rudy Rinaldy mengemukakan akan membentuk Forum Kalaksa BPBD Provinsi Sumbar sebagai wadah komunikasi dan diskusi bagi kepala BPBD dalam penanganan bencana di daerahnya. Sebab setiap daerah memiliki potensi bencana yang berbeda sesuai dengan kondisi geografi daerah. Meski demikian setiap kali terjadi bencana perlu dilakukan penanganan bersama dan secepatnya. (devi)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diskusi Bareng FJPI di HPN 2023, Hadapi Pemilu 2024 Perlu Literasi Digital

Jangan Takut Debt Collector

Potensi Uang dari yang Terbuang