Mahyeldi Sandang Gelar Kehormatan Abah Rakean dari Warga Sunda
Padang – Jika tak ada kendala,
Sabtu (16/09/2023), Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharulah dapat anugrah
menyandang gelar kehormatan “Abah Rakean” dari masyarakat Sunda. Gelar
kehormatan tersebut diberikan pada orang nomor satu di Ranah Minang itu tak
terlepas dari keteladanannya selama ini.
“Kita telah lama
mengamati dan mencermati kiprah beliau, terutama sejak beliau mengemban amanah
sebagai Wakil Ketua DPRD Sumbar. Beliau sangat peduli pada warganya yang
membutuhkan bantuannya tanpa membedakan etnis. Itu yang kami rasakan,” kata Ketua
Bidang Organisasi Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan, H Eddy Jusuf usai
bertemu dengan Mahyeldi di Istana Gubernur Sumbar, kemarin.
Eddy Jusuf yang didampingi
Sekretaris Bidang Organisasi PB Paguyuban
Pasundan, H. Kunkurat, Ketua Departemen Bidang Organisasi PB Paguyuban
Pasundan, H. Deden Ramdan dan Ketua Paguyuban Warga Sunda (PWS) Sumbar H. Maman
Sudarman, tokoh Sunda di Padang Amin Prabu, lebih jauh menjelaskan, artinya gelar
Abah Rakean untuk Mahyeldi ini tidak diberikan dengan tiba-tiba saja.
Apalagi, PB Paguyuban
Pasudan adalah organisasi yang sudah banyak makan asam garam. Berdiri sejak
1913 dan tahun ini telah berusia 110 tahun. PB Paguyuban Pasundan fokus untuk
kesejahteraan masyarakat dan memerangi kemiskinan dengan mengembangkan bidang
usaha seperti di sektor pendidikan, kesehatan, keagamaan dan juga UMKM.
“Kita memiliki sekolah
mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Salah satunya
Univesitas Pasundan,” kata H Eddy Jusuf yang juga Rektor Univesitas Pasundan.
Ditambahkan Maman
Sudarman, pihaknya sudah memberikan gelar kehormatan ini untuk 3 tokoh Minang,
masing-masing untuk Gamawan Fauzi pada tahun 2006, Irwan Prayitno tahun 2012
dan kini Mahyeldi yang menerima gelar kehormatan tersebut. Ketiganya adalah
pemimpin terbaik di Sumatera Barat.
“Ketiga tokoh yang kita
anugrahkan gelar kehormatan tersebut sudah teruji dalam kepeduliannya terhadap
warga Sunda yang ada di Ranah Minang,” terangnya.
Mahyeldi sendiri
mengucapkan terima kasih atas gelar kehormatan yang diberikan. Menurutnya,
hubungan baik antara warga Sumbar dan warga Sunda sudah terjalin sejak lama,
misalnya saja pada zaman Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di
Bukitinggi. Tokoh PDRI, Mr. Syafruddin
Prawiranegara yang juga Menteri Pertahanan/ Menteri Penerangan/Menteri Luar
Negeri ad interim, adalah putra terbaik bangsa yang lahir di Banten dengan
campuran darah Minangkabau–Sunda.
“Beliau
adalah bukti hubungan kekerabatan yang terjalin antara orang Minang dan orang
Sunda sejak lama,” katanya. (devi)


Komentar
Posting Komentar