PMI memberikan layanan kesehatan pada masyarakat saat simulasi erupsi Gunung Talang.
Gunung Talang hingga saat ini masih aktif dan sewaktu-waktu dapat saja meletus. Oleh sebab itu segenap masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan bencana (KRB) letusan gunung api, harus dibekali pengetahuan untuk penyelamatan diri. Salah satunya dengan melakukan simulasi.
Kali ini, simulasi dilakukan BPBD Sumatera Barat untuk masyarakat Nagari Aia Batuimbuak, Kabupaten Solok yang masuk kategori KRB 3 dengan jarak sekitar 7 Km dari sumber lutusan (kawah). Simulasi ini diikuti sekitar 150 peserta melibatkan seluruh unsur terkait kebencanaan, seperti personil Polda Sumbar dan Korem 032, Polres dan Kodim Solok,
Polsek dan Danramil Gunung Talang, BPBD Sumbar dan BPBD Kota/Kabupaten Solok,
OPD terkait lainnya, RAPI, Orari, SAR, PMI, Kepala SMP Aia Batumbuak, Babinsa
Gunung Talang, Babinkamtibmas Aia Batumbuak, Walinagari Batang Barus dan Walinagari Aia Batumbuak beserta warganya.
Koordinasi seluruh stakeholder terkait dalam
penanganan bencana Gunung Talang.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi.
Deputi
Bidang Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi yang hadir menyaksikan simulasi mengatakan,
kegiatan ini merupakan komitmen para pegiat kebencanaan untuk pengurangan
risiko bencana (PRB). Penanggulangan bencana berbasis PRB inklusif memerlukan
partisipasi dan kerjasama multisektor. Peningkatan potensi dan kapasitas
seluruh stakeholder terkait mutlak dilakukan agar penanggulangan bencana tertangani
dengan baik melalui koordinasi dan komunikasi.
“Momen ini
penting dan tidak seremoni belaka, tetapi dapat memastikan kesiapan seluruh
stakeholder dalam penanggulangan bencana,” katanya.
Kepala BPBD Sumbar, Jumaidi.
Melalui
kegiatan ini, kata Kepala BPBD Sumbar, Jumaidi, dapat diukur efektifitas koordinasi antar lembaga
serta mengukur kesiapan semua pihak dalam penanggulangan bencana. Selain itu juga
sebagai sarana latihan dan edukasi bagi masyarakat di sekitar lokasi rawan
bencana dan stakeholder terkait lainnya.
“Dengan
adanya simulasi ini kita tahu kelemahan kita dan segera memperbaikinya,
mengingatkan kembali yang sempat terlupa sehingga kita siap saat bencana itu
datang,” katanya.
Personil BPBD turun ke rumah warga melakukan evakuasi.
Skenario
simulasi diawali adanya informasi dari Pusat Vulkanologi
dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tentang status Gunung Talang yaitu “waspada” kepada Pusdalops BPBD
Provinsi Sumbar dan BPBD kabupaten/kota. Informasi tersebut kemudian
disampaikan kepada instansi terkait dan masyarakat. BPBD Sumbar segera melakukan
apel siaga gelar kesiapan pasukan untuk penanganan darurat ketika status Gunung
Talang naik level menjadi “awas”.
Selanjutnya, PVMBG menyatakan status Gunung Talang “awas” yang ditandai
dengan gempa diikuti bunyi
gemuruh dan letusan yang mengeluarkan debu vulkanik. Kadang-kadang diikuti lontaran
material pijar dan bom vulkanik. Nagari Aia Batumbuak merupakan
lokasi terdekat dengan sumber letusan. Hujan debu mulai turun mencapai
radius 5 km, sedangkan ketebalan debu di jalan mencapai 0-10 cm. Sebanyak
27.000 penduduk harus dievakuasi. Warga dengan patuh mengikuti arahan yang diberikan.
“Nagari Aia
Batumbuak termasuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3
letusan Gunung Talang dengan jarak 7 Km dari pusat kawah,” terang Jumaidi.
Warga melakukan evakuasi mandiri ke titik
pengungsian terdekat di Dusun Rawang, Nagari Batang Barus. Institusi dan OPD
terkait di Kab. Solok membantu masyarakat melakukan evakuasi. Selanjutnya Pusdalops
Kab. Solok didukung relawan (PMI, TAGANA, KSB dan TNI, POLRI) mendirikan tenda
pengungsian, tenda dapur umum, tenda layanan kesehatan dan tenda untuk Pos
Lapangan Penanganan bencana Gunung Talang. (unni)
Koordinasi
dan komunikasi dalam penanganan bencana.
Komentar
Posting Komentar