Remaja Berkualitas Mampu Bersaing
Padang - Menurut proyeksi penduduk, diperkirakan jumlah penduduk Indonesia akan terus naik, ini disebabkan pertumbuhan angka kelahiran yang signifikan dan terjadi secara cepat. Masih maraknya pasangan yang menikah di usia muda turut menyumbang besarnya angka kelahiran.
Pertumbuhan
penduduk yang tinggi akan berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan dan
tingkat kesehatan. Jika tidak diimbangi dengan peningkatan kapasitas ekonomi,
akan menurunkan kualitas pendidikan, maka akan semakin tingginya angka
pengangguran, meningkatnya kriminalitas, dan memburuknya kondisi sosial.
Hal ini ditandai dengan tingginya angka kematian ibu dan bayi, maraknya kasus
stunting, serta persoalan-persoalan yang dihadapi remaja seperti pergaulan
bebas, pernikahan dini dan penyalahgunaan obat terlarang.
"Karena itu perlu untuk mempersiapkan remaja yang berkualitas agar penduduk menjadi tenaga kerja yang berkualitas dan mampu bersaing di lingkungannya,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sumbar, Gemala Ranti dalam FGD Pengembangan dan Penyediaan Materi dan Sarana Promosi Program KKBPK, Selasa (11/10/2022), di Padang.
Dikatakan,
program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tidak
hanya menurunkan fertility rate
(jumlah rata-rata kelahiran dari seorang wanita usia subur), tapi juga untuk
mempersiapkan generasi muda dalam merencanakan kehidupan berumah tangga.
Dalam
mempersiapkan remaja yang berkualitas dan berencana perlu dilakukan pembinaan
dengan memberikan informasi yang benar dan tepat sesuai Pasal 48 Undang-undang
No 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang
mengatakan, pembinaan ketahanan remaja dilakukan dengan memberikan akses
informasi, pendidikan, konseling, dan pelayanan tentang kehidupan berkeluarga.
"Sesuai
tema kita hari ini tentang Peningkatan Kepedulian dan Pemahaman Remaja Tentang Isu-isu Kependudukan, Pendewasaan
Usia Perkawinan dan Kesehatan Reproduksi, maka harus ada upaya bagaimana
meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja terhadap isu-isu kependudukan,
Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dan Kesehatan Reproduksi yang ditunjang
dengan materi KIE yang tegas, fokus dan tepat," katanya.
Di sekolah, pembuatan materi kependudukan bagi siswa selain materi dari guru, dapat juga dilakukan dengan memakai berbagai media seperti permainan, buku-buku, leaflet, banner, poster yang berisi informasi kependudukan, pola hidup sehat, kesehatan reproduksi, bebas narkoba, pendewasaaan usia perkawinan, sehingga dapat meningkatkan minat siswa dalam mempelajari materi seputar kependudukan. Penguatan materi kependudukan kedalam mata pelajaran sekolah juga akan mudah dipahami siswa dan penerapan dalam kegiatan ekstrakurikulerpun dapat dilakukan.
“Dengan
edukasi sejak dini, siswa menjadi lebih peduli terhadap
permasalahan-permasalahan kependudukan yang ada dan mampu memberikan edukasi
juga terhadap masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Dengan diberikan
materi mengenai kesehatan reproduksi, bahaya napza, siswa dapat lebih peduli
setidaknya terhadap dirinya sendiri agar tidak terjebak dalam pergaulan bebas
dan menghindarkan diri dari pernikahan usia muda. Dengan terciptanya generasi
muda yang sadar akan kependudukan, diharapkan akan dapat menjadi penangkal
dampak negatif yang tercipta dari peningkatan jumlah penduduk,” katanya dalam FGD
yang diikuti 50 peserta yang terdiri dari berbagai perwakilan OPD di lingkungan
Pemprov Sumbar, organisasi kemasyarakatan, Forum Genre dan Forum Anak.
Sementara,
nara sumber yang hadir Prof. Dr.Ir. Rahmat Syahni, MS.M.Sc (Dosen Unand Padang)
dengan materi Generasi Muda Responsif dan Adaptif terhadap Isu Kependudukan.
Vina Rahmi, SPd, M.Si dari PKBI Sumatera Barat dengan materi Penyiapan Remaja Berkualitas dan
Berencana. (unni)

Komentar
Posting Komentar